18 January 2012

Tulisan Lama dari Amelia


Ada Cinta dalam ‘Sekumpulan Surat kepada Cinta’

by Amelia Fitriani


Judul: Sekumpulan Surat kepada Cinta

Penulis: Eko Sugiarto
Penerbit: MASmedia Buana Pustaka
Cetakan: I, 2008
Tebal: 154 halaman

Cinta merupakan tema yang umum digunakan oleh banyak penulis untuk kerangka tulisanya. Karena banyaknya yang menggunakan tema itu, muncul tantangan tersendiri bagi penulis yang ingin mengangkat tema tersebut untuk ‘mendandani’ tulisanya agar tidak membuat pembaca jenuh. Salah satu penulis yang mencoba memoles tema tersebut adalah Eko Sugiarto dalam buku antologi cerpen ‘Sekumpulan Surat kepada Cinta’.

Buku ini terdiri dari tiga belas cerpen yang sepuluh diantaranya pernah dipublikasikan di berbagai media sebelum dibukukan, tiga diantaranya adalah “Balkon” (Borneonews, 4 Februari 2007), “Maaf, Senja ini Aku Tak mengirim Bunga” (Koran Tempo, 19 Maret 2006), “Perempuan Tanpa Nama” (Padang Ekspress, 15 Oktober 2006), dan tujuh cerpen lainya yang pernah dipublikasikan sebelumnya.


Eko Sugiarto mencoba seinteraktif mungkin memabaurkan pembaca untuk terlibat emosi dalam tulisanya dengan menggunakan sudut pandang orang pertama yaitu ‘aku’ yang digambarkan sebagai seorang lelaki dan menjadikan pembaca sebagai lawan bicaranya, yaitu tokoh ‘kamu’ yang selalu digambarkan sebagai seorang wanita. Namun dalam beberap cerpen Ugie memasukkan tokoh ‘dia’, seperti dalam cerpen ‘Balkon’. Sudut pandang orang pertama itu digunakan dalam semua cerpen di buku ini, kecuali cerpen ‘kamar 305’ yang menggunakan sudut pandang orang ketiga.


Hal yang juga unik dari buku ini adalah kekonsistenan Ugie untuk tidak menceritakan secara utuh permasalahan yang terjadi dalam tiap cerpenya. Ia bisa dibilang hanya memberikan fragmen utama dari cerita tersebut, sedangkan fragmen pendukung yang sebenarnya juga penting, dihilangkan. Fragmen yang sering dihilangkan itu adalah fragmen sebab atau alasan yang melatarbelakangi seorang tokoh mampu melakukan suatu hal yang mengejutkan pembaca. Seperti misalnya dalam cerpen ‘Dering telepon Setelah Bedug Lohor’ yang menghilangkan fragmen alasan mengapa tokoh ‘kamu’ memutuskan untuk menceraikan tokoh ‘aku’, atau cerpen ‘kamar 305’ yang kehilangan alasan mengapa tokoh sang istri tega membunuh suaminya yang sakit. Sehingga pembaca dibuat menerka-nerka untuk melengkapi sendiri puzzle fragmen yang hilang itu.


Membaca cerita-cerita dalam buku ini sama halnya seperti kita membaca surat. Ada cerita yang dikomunikasikan secara tidak langsung dan ada interaksi yang dibuatnya. Hal itu bisa jadi merupakan alasan mengapa buku ini di beri judul ‘Sekumpulan Surat kepada Cinta’. Buku ini layak dibaca oleh siapa pun yang ingin meneguk cerita cinta tanpa terkotakkan usia, gender, ataupun profesi.

* Dimuat di Teh Hangat edisi VII / Oktober-November


Sumber: http://ameliafitriani04.wordpress.com

30 December 2011

Catatan Akhir Tahun




Tahun 2011 banyak hal terjadi. Satu yang paling penting buatku adalah berhenti bekerja di kantor dan memutuskan untuk mendalami (lagi) dunia tulis-menulis. Namun, kali ini tak sekadar menulis. Aku mulai belajar menerbitkan buku.

Awalnya memang terasa berat karena meskipun belasan judul buku sudah kutulis, toh semua diterbitkan oleh penerbit. Tak satu pun di antara belasan judul tersebut yang aku terbitkan sendiri sehingga pengalaman menerbitkan buku sendiri tahun 2011 ini adalah pengalaman yang sangat mengesankan buatku.

Karena terlalu asyik, tak terasa ternyata aku lebih banyak menghabiskan waktu untuk mempelajari seluk-beluk penerbitan buku. Alhasil, kebiasaanku menulis naskah untuk media cetak semakin jarang. Meskipun demikian, masih sempat dua kali tulisanku muncul di media cetak lokal di Yogyakarta, yaitu sebuah cerpen pada bulan Juni 2011 dan sebuah tulisan pendek di koran yang sama yang baru dimuat kemarin.

Semoga tahun 2012 lebih banyak tulisan yang bisa kuhasilkan, baik berupa buku maupun tulisan di media cetak. Semoga juga tahun 2012 aku bisa lebih aktif lagi menulis di dunia maya, terutama di blog ini dan situs milikku yang satunya. Semoga.

Akhirnya, aku cuman bisa bilang, "Selamat Tahun Baru 2012. Tetap Menulis. Salam."

26 October 2011

Buku Tahun 2011

Siap Ujian Bahasa Indonesia Khusus Puisi Lama


Panduan Menangkal Aneka Tindak kriminal


Panduan Praktis Menulis Skripsi


Panduan Praktis Investasi Emas Batangan


Tidur yang Membuat Anda Sehat dan Bugar


Kumpulan Pantun, Syair, Gurindam, Mantra, dan Peribahasa


21 June 2011

Mumpung Lucu


Mumpung lucu, ketawa lagi aja yuk!