12.6.08

Sekilas tentang Tidur

Ketika masa-masa awal bekerja malam hari, aku merasa kehabisan waktu. Pasal, sepanjang siang waktuku hanya habis untuk tidur.

Aku biasa masuk kantor lebih kurang pukul 15.00. Oleh karena itu, biasanya aku berangkat sebelum pukul 15.00. Sepanjang sore hingga malam aku menghabiskan waktu di kantor dan baru tiba kembali di indekos (ketika itu aku masih indekos), saat jam dinding di kamarku menunjuk angka 12. Terkadang kalau pulang cepat, jarum pendek berada di antara angka 11 dan angka 12, sedang jika sedang ”tidak beruntung” biasanya aku sampai indekos saat jarum yang pendek sudah meninggalkan angka 12.

Sampai di indekos biasanya aku tidak langsung tidur. Ada saja yang aku lakukan. Meskipun demikian, keesokan paginya aku harus tetap bangun untuk shalat Subuh (walau lebih sering telat). Setelah shalat Subuh, aku biasanya tidur kembali dan baru bangun saat azan Zuhur berkumandang. Jika ada acara, biasanya aku bisa bangun pagi-pagi sebelum pukul 10.00. Namun, hal ini aku lakukan hanya sesekali, biasanya seminggu sekali saat hari Sabtu ketika akan pulang ke Yogyakarta.

Dengan pola tidur semacam itu, hari rasanya berlalu begitu saja. Waktu yang kugunakan untuk tidur sebenarnya sudah lebih dari cukup, bahkan bisa dibilang justru sangat berlebihan. Namun, sesekali aku merasakan badan tidak segar hingga aku menyadari bahwa sebenarnya ada yang salah dengan pola tidurku. Pola tidur yang kuterapkan ketika itu bukanlah pola tidur yang baik. Sekarang aku punya pola tidur yang relatif efektif. Kukatakan relatif efektif karena dengan pola tidur yang sekarang, aku masih bisa menikmati udara pagi beserta sinar matahari pagi, bermain dengan kedua anakku, mengantar istri belanja, menulis naskah buku, dan tetap bekerja pada malam hari.

Kesibukan manusia di zaman sekarang terkadang membuatnya lupa bahwa sebenarnya tubuhnya butuh istirahat. Karena lupa istirahat, ketika jatuh sakit manusia baru sadar bahwa selama ini waktunya untuk beristirahat sangat kurang. Sakit adalah respons alami dari tubuh kita yang keletihan.

Bentuk istirahat yang paling baik adalah tidur. Lantas, mengapa tidur dikatakan sebagai istirahat yang paling baik? Lalu berapa jamkah waktu yang mesti kita alokasikan untuk tidur dalam sehari? Bagaimana pula ciri-ciri tidur yang berkualitas? Bagaimana melawan insomnia tanpa harus mengonsumsi obat? Bagaimana cara memprogram tidur agar bisa bangun pada jam tertentu sesuai yang kita inginkan?

Jawaban atas pertanyaan di atas dapat Anda temukan dalam buku baruku. Sebuah buku kecil yang berusaha menyingkap berbagai rahasia tidur yang mungkin belum Anda ketahui. Sebuah rahasia yang akan membuat Anda semakin mantap mengarungi samudera kehidupan yang kian penuh tantangan. Salam.

5 comments:

Ani said...

Sudah bikin banyak buku ya mas?
Waaah hebat dong !

Ugie said...

ya, baru beberapa buku. trim's ya dah singgah. salam...

Ika Nuri said...

Mau dong sharing ilmu menulisnya. Btw, boleh aku link di blog ku?

Thanks,
Nuri

Ugie said...

halo ika nuri. boleh kok sharing ilmu menulis. silakan link blogku. trim's dah mampir. Salam....

Ika Nuri said...

Oke, thank you. Bisa minta alamat emailnya? Atau bisa kirim ke email saya di ikanuri@gmail.com